Merah Putih

Merah Putih
gambar bendera, lambang Negara, beserta peta NKRI

Kamis, 11 Desember 2014

ini sinopsis novel azab dan sengsara

ASinopsis Novel Azab dan Sengsara
Novel Azab dan Sengsara menceritakan kisah cinta antara Mariamin dan Aminu’ddin. Suatu ketika disebuah Kota Sipirok terdapat sebuah keluarga kecil yang terdiri dari seorang ibu yang bernama Nuriah.Dia memiliki dua orang anak.Anak yang pertama seorang gadis yang bernama Mariamin.Kemudian anak keduanya masih berusia empat tahun.Mereka tinggal digubuk kecil dekat sungai Sipirok yang  hidupnya penuh dengan kemelaratan.Ditambah dengan keadaan ibu Mariamin yang hidupnya dalam keadaan sakit parah. Ayah Mariamin yang bernama Sutan Baringin sudah meninggal dunia.Saat itu Mariamin dan Aminu’ddin sudah berteman sejak mereka masih kecil.Namun mereka dari keluarga yang berbeda.Ayah Aminu’ddin adalah seorang kepala kampung Siporok yang kaya dan terhormat, sedangkan Mariamin hidup dalam kemelaratan bersama Ibunya.
Kemelaratan itu bermula ketika sang ayah Sutan Baringin meninggal.Karena ketika ayah Mariamin masih hidup  Sutan Baringin seorang yang terbilang hartawan lagi bangsawan diseluruh penduduk Sipirok.Dia juga memiliki rumah yang mewah, sawah yang luas, dan binatang ternak yang banyak. Akan tetapi karena dia suka beperkara, maka harta yang banyak itu habis tak tersisa akibat ulah Sutan Baringin itu sendiri.Sawah dan kerbau terjual, akan penutup ongkos-ongkos perkara, dan pa akhirnya jatuh miskin.Sutan Baringin semasa hidupnya dia juga tekenal dengan orang yang sangat boros dan serakah.Sikap yang demikian itu diakibatkan oleh kesalah asuhan keluarganya terhadap Sutan Baringin pada saat dia masih kecil. Sudah berkali-kali istrinya melarang sutan Baringin, supaya berhenti beperkara, tetapi dia juga masih melakukannya.Namun Sutan Baringin menutup telinganya, tidak hendk mendengarkan kata istrinya ,meskipunperempuan yang baik itu mengingatkan suaminya.Segala bujuk dan nasihat, yang diucapkan istrinya sia-sia.
Keika Aminu’ddin, dia adalah sosok anak yang amat rajin belajar,baikdisekolahatau dirumah sehingga banyak orang yang sayang terhadap Aminu’ddin.Meskipun Aminu’ddin anak dari seorang kepala kampung yang kaya dan terhormat tetapi dia tidak pernah sedikitpun sombong terhadap orang lain.Dia tidak dapat pernah menahan nafsunya ,yaitu nafsu untuk selalu menolong orang lain.Dia juga seorang yang bijaksana, adat,dan kelakuannya baik dan halus budi bahasanya.Itu membuat Mariamin sangat suka bercampur dengan Aminu’ddin dan Mariamin juga sangat suka dengan cerita-cerita Aminu’ddin.Begitupunjuga Maryamin yang memilki sifat cerdik,pengiba, dan suka berpikir.Mereka selalu bersama ketika pulang ataupun pergi ke sekolah ataupun ketika ketikabersama-sama disawah,karena sawah orang tua mereka berbatasan.Ketika diawah mereka pun saling bantu membantu melakukan kegiatannya tersebut.Kebersamaan dan pertemanan itu berlanjut sampai mereka dewasa.Dan akhirnya mereka mengerti akan percintaan.
Meskipun Mariamin hidup dalam kemelaratan tidak menghalangi niat Aminu’din untuk menikahi Mariamin.Aminu’ddin sama sekali tidak mempemasalahkan keadaan Mariamin. Karena pertemanan yang dibina Mariamin dengan Aminu’ddin dari mereka masih kecil telah menumbuhkan perasaan cinta antara insan berdua itu.Suatu ketika Aminu’ddin telah mendapatkan pekerjaan di Medan, dia mengutarakan niatnya untuk menikahi Mariamin.Ibu Mariamin pun setuju akan hal itu.Karena dia merasa telah berutang nyawa terhadap Aminu’ddin yang telah menyelamatkan Mariamin ketika terjatuh ke sungai. Kemudian Pada saat itu pula Aminu’ddin akan pergi merantau ke Medan untuk bekerja, dan mewujudkan cita-citanya yaitu menikahi Mariamin.Ketika Aminu’ddin pergi merantau Mariaminpun dilanda kesedihan yang sangat dalam.Ia tak lagi dapat berkata-kata, karena tangisnya menyumbat tenggorokan, dan air matanya bercucuran pada pipi yang halus itu, jatuh ke banta guling.karena dia mengingat akan kenang kenangan yang telah mereka lakukan disetiap harinya secara bersama-sama.
Namun ayah Aminu’ddin tidak menyetujui akan hal pernikahan antara Maryamin dengan Aminu’ddin.Karena pernikahan Aminu’ddin dan Mariamin dianggap akan merendahkan derajat keluarganya.Menurut ayahnya Aminu’ddin lebih pantas menikah dengan wanita lain.”Karena dalam masyarakat Batak Angkola yang menganut sistem seorang ayah berhak dalam menentukan calon pendaming bagi anaknya”.Maka tanpa sepengetahuan Aminu’ddin ayahnya meminang seorang gadis yang berasal dari keluarga bangsawan kaya.Melalui surat bahwa Calon Istrinya akan segera dibawa ke Medan, tempat Aminu’ddin bekerja.Aminu’ddin sangat gembira mendengar kabar itu.Sudah sekian lama dia membayangkan untuk bisa menikahi Mariamin.Dengan penuh kegembiraan Aminu’ddin berharap bahwa calon istri yang dibawakan ayahnya itu adalah Maryamin.
Tiba saatnya yang ditunggu-tunggu oleh Aminu’ddin.Jam sepulu merupakan saat yang nikmat yang akan diterima oleh Aminu’ddin.Bunyi kereta pun kedengaran semakin dekat,asap yang berkebul-kebul beterbangan ke kanan dan kekiri,akhirnya keretapun memasuki stasiun dengan sear yang sangat keras yang mengakibatkan tanah bergetar.Kini Aminu’ddin kian berharap bahwa yang datang adalah Mariamin kekasih hatinya.Hati Aminu’ddin berdebar –debar ketika melihat ayahnya turun dari kereta.Aminu’ddin berlari menghampiri ayahnya.Saat itu nikmat Aminu’ddin berganti dengan kekecewaan karena yang dibawa ayahnya bukanlah Mariamin kekasih hatinya melainkan wanita lain.
Meskipun kecewa,Aminuddin tak dapat menolak keingina ayahnya.Karena jika Aminu’ddin menolak menikahi gadis itu maka dia akan memalukan keluarganya.Akhirnya dengan terpaksa Aminu’ddin menikah dengan gadis pilihan ayahnya.Seusai pernikahan,Aminu’ddin pun berkirim surat terhadap mariamin sebagai permintaan maaf.Dengan kesedihan dan kekecewaan Aminu’ddin pun menulis surat untuk Maiamin.Setelah sebulan perkawinan Aminu’ddin ayah dan ibu Aminu’din pulang ke Sipirok mereka harus membawa pesan dari Aminu’ddin yang mana pesan itu wajib disampaikan.Pesan itu adalah “setelah sampai di Siporok,ia dan istrinya harus membawakan nasibungkus ke rumah ibu Mariamin.Dan meminta maaf karena Aminu’ddin telah berjanji dengan Mariamin akan menikahinya.Dan juga sebagai permintaan maaaf mereka harus memberikan seekor sapi dan kerbau kepada ibu Mariamin.”
Selang beberapa waktu Mariamin mendapatkan surat dari Medan surat itu yang ditulis oleh Aminu’ddin seusai pernikahan.Belum habis mariamin membaca surat itu, mukanya sudah pucat, keringatnya mengalir pada seluruh badannya.Tak kuasa menahan semua itu akhirnya Maryamin pun pingsan tiada bergerak sambil dipegangnya erat-etrat surat dari Aminu’ddin itu. Dan beberapa hari Mariamin sangat terpukul atas kejadian itu dan akhirnya pun jatuh sakit.
Tepat pada hari pertama, setlah Mariamin Sembuh kedua orang tua Aminu’ddin pun datang dengan membawakan nasi bungkus ke rumah ibu Mariamin.Dengan muka yang ramah Mariamin mengajak masuk dan ia mempersilahkan tamu itu duduk diaas tikar.Kemudian mariamin mengeluarkan kopi serta makanan yang ada dirumahnya.Mariaminpun dengan hormat mempersilahkan makan dan minum seraya Mariamin pergi memanggil ibunya. Melihat perbuatan Mariamin kedua orang tua Aminu’ddin menyesal.Mariamin bersenang hati karena dia mendengarka janji mulia dari ayah Aminu’ddin  bahwa mereka akan mengubah kelakuan yang selama ini diperbuat, dan tali persaudaraan yang tak kan terputus ,melainkan tambah diperkuat dalam hati mereka.Kemudian mariamin mengambil surat dari Aminu’ddin dan membaca dengan tenang dan merobek surat itu dan membalas surat itu dan akan memenuhi permintaan Aminu’ddin dengan seikhlas-ikhlasnya.
Tak lama kemudian Mariamin pun menikah dengan Kasibun lelaki pilihan ibunya.Mariamin tak dapat menolak permintaan ibunya untuk menikah,dan Akhirnya Mariamin pun dengan terpaksa menikah dengan Kasibun.Ibunya berharap kalau pernikahan itu akan mengurangi penderitaan Mariamin.Setelah pernikahannya Mariamin pun bersama-sama suaminya ke Medan.Kasibun pun tak dapak menguasai tubuh Mariamin karena Kasibun mempunyai penyakit yang berbahaya yang dapat menular.Mariamin pun selalu menolak jika Kasibun ingin menguasai tubuhnya.Mariamin meminta agar penyakit Kasibunitu disembuhkan terlebih dahulu.
Pada saat itu kota Medan sangat ramai.Aminu’ddin yang pada saat itu mengetahui kalau Mariamin ada di kota Meda,saat itu pula Aminu’ddin berkunjung kerumah Mariamin.Ketika itu suamin Mariamin Kasibun tidak ada di rumah.Kedatangan Aminuddin itu membuat ceburu Kasibun.maka sejak itulah timpul pemikiran-pemikiran buruk Kasibun terhadap Mariamin.Hingga kecemburuan itu membawa Suami istri itu dalam pertengkaran yang serupa dan sering terjadi diantara keduanya.Dan Kasibun yang bengis itu ketika bertemu dengan Mariamin segera menampar muka istrinya itu,tak hanya menampar tetapi juga dipukul,dan disiksa.Kemudian pada malam harinya Mariamin diusirnya dari tempat tidur, keluar dari kamar tidak boleh pintunya sudah dikunci oleh Kasibun. Tak ada sepoongpun tikar yang ada diatas lantai dalam kamar itu.Dan ketika suatra tangisan Mariamin terdengar oleh Kasibun, maka Kasibun tak segan-segan menempeleng muka Mariamin.Mariami pun dianiaya oleh suaminya yang  bernama Kasibun.
Mariamin pun mengadukan nasibnya ke kamtorpolisi.Karena dia tidak kuat lagi dengan sifat dan sisksaan yang diberikan oleh Kasibun.Kemudian Kasibun didenda dua puluh lima rupiah dan mereka diputuskan bercerai.

Setetelah bercerai Mariamin pun pulang ke rumah kecil pinggir sungai yang berada di kota Sipirok dengan membawa perasaan malu dengan membawa nama yang kurang baik dan menambah kesengsaraan bagi dirinya sehingga Mariami meninggal dengan membawa semua penderitaan yang dialaminya.

2 komentar:

  1. Wah ceritanya bagus ya. Terima kasih sinopsisnya. Tapi mungkin tulisannya bisa di break karena terlalu banyak kalau dilihat langsung di halaman awal kak. Semangat :)

    BalasHapus
  2. terima kasih atas komen dan sarannya kaka dafit :)

    BalasHapus